Saat saya masih remaja, saya seringkali bertanya-tanya tujuan hidup saya. Sulit menemukan hakikat hidup di tengah geliat kehidupan yang diisi orang-orang yang berpikiran bahwa hidup hanya di dunia, dan hanya untuk dunia. Media massa dibombardir dengan seabrek berita kriminal dan gosip-gosip miring publik figur. Memuakkan. Kita mengalami krisis keteladanan, hingga anak-anak muda seperti saya harus meraba-raba dalam gelap mencari makna hidup.
Yang pertama dan utama, kita MANUSIA bukan monyet. Kecuali Anda penganut darwinisme radikal yang percaya nenek Anda seekor monyet, saya rasa semua orang sadar diri bahwa sebagai makhluk yang bermartabat kita merasa memiliki tujuan khusus di dunia. Ya, kita ini makhluk mulia lho. Kita punya akal, pikiran, punya otak, dan hati, punya seabreak atribut fisik yang lengkap. Untuk apa? Untuk sekedar dipajang di etalase supermarket atau di cover-cover CD boyband? Olala, hidup kita terllau rendah untuk dijual dengan materi. Tak ada uang yang bisa mengembalikann nyawa kita.
“dan tidaklah Tuhan menciptakan manusia di muka bumi kecuali untuk beribadah kepada-Nya.”
Come ON, manusia bukan binatang ternak. Manusia adalah sebaik-baik ciptaan Tuhan. Dibekali akal pikiran dan hati untuk memakmurkan bumi-Nya tempat kita berpijak. Kita perlu lebih dari sekedar ucapan “saya prihatin” untuk memakmurkan bumi. Kita perlu berupaya nyata, berpayah-payah dalam usaha meraih cita-cita dan menyebarkan kebaikan pada sesama. Karena memang itulah tujuan hakiki kita di dunia ini.
Yang pertama dan utama, kita MANUSIA bukan monyet. Kecuali Anda penganut darwinisme radikal yang percaya nenek Anda seekor monyet, saya rasa semua orang sadar diri bahwa sebagai makhluk yang bermartabat kita merasa memiliki tujuan khusus di dunia. Ya, kita ini makhluk mulia lho. Kita punya akal, pikiran, punya otak, dan hati, punya seabreak atribut fisik yang lengkap. Untuk apa? Untuk sekedar dipajang di etalase supermarket atau di cover-cover CD boyband? Olala, hidup kita terllau rendah untuk dijual dengan materi. Tak ada uang yang bisa mengembalikann nyawa kita.
“dan tidaklah Tuhan menciptakan manusia di muka bumi kecuali untuk beribadah kepada-Nya.”
Come ON, manusia bukan binatang ternak. Manusia adalah sebaik-baik ciptaan Tuhan. Dibekali akal pikiran dan hati untuk memakmurkan bumi-Nya tempat kita berpijak. Kita perlu lebih dari sekedar ucapan “saya prihatin” untuk memakmurkan bumi. Kita perlu berupaya nyata, berpayah-payah dalam usaha meraih cita-cita dan menyebarkan kebaikan pada sesama. Karena memang itulah tujuan hakiki kita di dunia ini.





